Selasa, 05 Januari 2010

Bangunan Putih "National Design Museum"

Nama Bangunan : Bangunan Putih "National Design Museum"

Karya : Richard Meier

Tahun Pembuatan : 1934

Gaya : Kuno

Data Bangunan : Prinsip Desain yang kompleks membuat bangunan ini terlihat semakin menarik, mulai dari perpaduan yang unik, skala normal, proporsi yang seimbang, keseimbangan yang semetri serta irama yang dinamis membuatnya terkesan manarik walaupun terlihat kuno.

Selama karier yang membentang lebih dari 50 tahun, Meier telah meletakkan prangko yang unik pada setiap jenis proyek arsitektur, termasuk rumah pribadi dan kompleks perumahan, kantor pusat perusahaan dan bangunan komersial, universitas, seminari, gereja dan museum. Terinspirasi oleh gagasan dan karya-karya Le Corbusier dan lainnya arsitek modernis awal, Meier melihat perbedaan antara arsitektur dan alam, melihat bangunan-bangunan seperti kapal melalui satu pengalaman yang dunia alami.

Richard Meier telah diakui dengan penghargaan tertinggi arsitektur, seperti the Pritzker Prize for Architecture, AIA Gold Medal dari American Institute of Architects, Gold Medal dari American Academy of Arts and Letters, Praemium Imperiale dari pemerintah Jepang dan Royal Gold Medal dari Royal Institute of British Architects. Dia melayani di dewan pengawas untuk Cooper-Hewitt, National Design Museum dan Akademi Amerika di Roma, dan ia juga seorang rekan dari American Institute of Architects, American Academy of Arts and Sciences, Perancis dan Belgia Akademi d'Arsitektur , dan anggota dari Deutscher Bund Architekten dan American Academy of Arts and Letters.


The Netherlands Dance Theatre

Nama Bangunan : The Netherlands Dance Theatre

Karya : Rem Koolhaas

Tahun Pembuatan : 1987

Data Bangunan : Teater Tari Belanda di Den Haag yang selesai pada tahun 1987 ini adalah salah satu proyek pertama yang diselesaikan untuk mengumpulkan sambutan-sambutan kritis dari berbagai tempat. Teater ini, pada awalnya disusun pada tahun 1980 sebagai sebuah perpanjangan menuju teater sirkus di Scheveningen, tepi laut Den Haag. Pada tahun 1984, yang telah disesuaikan dengan desain situs baru –the Spui Complex- di pusatnya. Pada saat itu, konteks baru tersebut terlah dalam perubahan yang substansial.

Saat ini, Teater Tari berbagi bersama The Spui Complex dengan sebuah ruang konser (van Mourik, arsitek), balai kota (bangunan putih oleh Richard Meier), dan sebuah hotel yang dirancang oleh Carel Weeber (juga perencana dari kompleks).

Apa yang telah jadi sebuah ekterior yang flamboyan mencerminkan liburan vernakular dari Scheveningen, menjadi sebuah bangunan sederhana di pusat kota (dengan pengecualian pada papan/mural) yang hampir hilang di antara para bangunan di sekitarnya yang terbuka.

Walaupun ada kolaborasi yang minim antara OMA dan arsitek dari ruang konser, kedekatan fisik gedung telah menghasilkan lobi bersama – dengan lebar gang a
ntara dua bangunan sejauh 7 meter.


Rumah Banjar
Nama Bangunan : Rumah Bandar
Karya : Suku Bandar
Tahun Pembuatan : 1971 -1985
Gaya : Tradisional
Data Bangunan / Ukuran :
Rumah Banjar adalah rumah tradisional suku Banjar. Arsitektur tradisional ciri-cirinya antara lain mempunyai perlambang, mempunyai penekanan pada atap, ornamental, dekoratif dan simetris.
Menurut Idwar Saleh (1984:5) Rumah tradisonal Banjar adalah type-type rumah khas Banjar dengan gaya dan ukirannya sendiri mulai sebelum tahun 1871 sampai tahun 1935. Umumnya rumah tradisional Banjar dibangun dengan ber-anjung (ba-anjung) yaitu sayap bangunan yang menjorok dari samping kanan dan kiri bangunan utama karena itu disebut Rumah Baanjung. Anjung merupakan ciri khas rumah tradisional Banjar, walaupun ada pula beberapa type Rumah Banjar yang tidak ber-anjung. Tipe rumah yang paling bernilai tinggi adalah Rumah Bubungan Tinggi yang biasanya dipakai untuk bangunan keraton (Dalam Sultan). Jadi nilainya sama dengan rumah joglo di Jawa yang dipakai sebagai keraton. Keagungan seorang penguasa pada masa pemerintahan kerajaan diukur oleh kuantitas ukuran dan kualitas seni serta kemegahan bangunan-bangunan kerajaan khususnya istana raja (Rumah Bubungan Tinggi). Dalam suatu perkampungan suku Banjar terdiri dari bermacam-macam jenis rumah Banjar yang mencerminkan status sosial maupun status ekonomi sang pemilik rumah. Dalam kampung tersebut rumah dibangun dengan pola linier mengikuti arah aliran sungai maupun jalan raya terdiri dari rumah yang dibangun mengapung di atas air, rumah yang didirikan di atas sungai maupun rumah yang didirikan di daratan, baik pada lahan basah (alluvial) maupun lahan kering.

Karya Arsitektur

Nama Bangunan : The Bayeler Foundation Museum

Karya : Renzo Piano

Tahun Pembuatan : -

Data Bangunan / Ukuran : Prinsip desain bangunan, keseimbangan bangunan yang simetri, berskala normal, memilki vocal point serta proporsi yang seimbang dan perpaduan yang unik sehingga menghasilkan sesuatu yang baru dan mampu menarik perhatian setiap orang.

Museum ini dibuat dengan orientasi arah utara dan selatan. Bangunannya memiliki ruang pameran yang memanjang secara garis lurus di luar ruangan yang dihasilkan. Bagiannya jauh lebih dinamis.

Arsitektur ini terpengaruh kepada langgam modern yang menonjolkan kejujuran struktur. Ini terlihat dengan jelas bahwa struktur bangunan ini terpisah dari selubungnya. Kolom-kolom yang solid disandingkan dengan selubung kaca yang transparan. Di tambah lagi atap datar yang berkisi-kisi dan empat dinding utama yang paralel. Hal tersebut menambahkan kesan kuat kepada arsitektur modern yang diusung oleh Le Corbusier dan Ludwig Mies van de Rohe. Hanya saja, Renzo Piano –sang arsitek— menggunakan batu pasir merah pada semua dinding bangunan. Lain dengan generasi sebelumnya yang dominan beton atau baja yang monokromatik.

Penggunaan material alam memberikan kesan bahwa struktur bangunan ini berasal dari batu alam Swiss yang muncul ke permukan bumi. Sayangnya, batu ini memiliki umur yang kurang baik dan mudah terkelupas.

Atap museum berupa kantilever yang transparan sehingga cahaya yang dihasilkan dapat memberikan olahan yang lebih lembut dan memberikan warna yang lebih alami. Atap terpisah dari bangunan dan didukung oleh sebuah struktur metal yang sangat sederhana. Namun, struktur tersebut tidak akan nampak dari galeri yang berada di bawahnya. Sambungan struktur yang tidak disembunyikan, menjadi suatu keindahan tersendiri bagi bangunan modernis ini.

Tapak yang berada di sekitar museum ini pun tidak ditinggalkan begitu saja. Pengolahan lanskap ini menjadi nilai tambah bagi bangunan ini. Renzo Piano memadukan antara sains, seni, dan society pada museum yang berada di Swiss ini.

Arsitektur ALam Hasil Karya Manusia

Arsitektur Alam Hasil Karya Manusia merupakan buah tangan seorang arsitektur yang di lambangkan dalam bentuk bangunan dan menyatu dengan alam serta memilki unsur kebudayaan yang tinggi, misalnya rumah Pohon, piramida mesir, teater keong mas dan masih banyak lagi. Di bawah ini tampak beberapa gambar arsitektur alam hasil karya manusia, diantaranya sebagai berikut :
Gbr. Rumah Pohon di Jerman
Sebuah rumah desain di Jerman mencoba manjadikan fantasi masa kecil itu menjadi kenyataan dengan desain-desain rumah pohonnya dalam berbagai bentuk dan ukuran.
Tiap rumah-rumah pohon ini didesain bisa dikustominasi mengikuti perspektif alam areanya. Hasilnya dari rumah pohon sederhana untuk ruang istirahat dan tidur secukupnya hingga yang kompleks, terisolasi dengan pemanas dan ruang terang denagn dapaur mininya, dan fasilitas nyaman lainnya. Bahkan cocok digunakan untuk sebuah club house hingga sebuah resort. Rumah pohon sangat menyatu dengan alam.
Beberapa diantara sekian banyak rumah pohon di dunia bisa berdiri kokoh dikarenakan adanya unsur-unsur bantuan laiannya, misalnya beberapa di antaranya di topang oleh bagian pohonnya atau pohon-pohon di sekelilingnya, tapi sebagian besar terutama mengunakan tali-tali, kaki-kaki dan penopang lainnya yang membuatnya tidak bertopang pada struktur pohon sehingga bisa mengurangi pengaruh negatif pada poho setelah kontruksi.
Kontruksi rumah pohon tidak seperti kontruksi rumah biasa, kontruksi rumah pohon harus dibuat dengan hati-hati mengingat adanya gerakan-gerakan pada pohon dan juga terutama lokasinya yang berada di ketinggian. Rumah pohon cocok untuk santai.
Piramida Mesir

Piramida Mesir adalah sebutan untuk piramida yang terletak di Mesir yang dikenal sebagai "negeri piramida" sekalipun ditemukan situs piramida dalam jumlah besar di Semenanjung Yucatan yang merupakan pusat peradaban Maya.


Di Mesir umumnya piramida digunakan sebagai makam raja-raja Mesir Kuno yang dikenal dengan nama firaun. Namun demikian, berabad abad piramida sering digunakan sebagai sasaran penjarahan dan perampok makam karena para raja-raja membawa harta kekayaannya dan segala macam artefak guna di alam baka, sekalipun diberi perlindungan dengan semacam kutukan-kutukan untuk mencegahnya. Sehingga pada masa raja-raja mesir kuno berikutnya, makam raja-raja dan para bangsawan ditempatkan pada lembah yang tersembunyi seperti halnya makam Raja Tutankhamun yang ditemukan secara utuh dan lengkap.
Piramida Mesir diambil sebagai bangunan atau bagian dari arsitektur alam di karenakan tempat atau letak serta unsur yang digunakan sangat menyatu dengan alam karena letaknya tepat didaerah gurun pasir yang panas dan dapat berdiri kokoh sampai sekarang. prinsip desain bangunan ini, diamana letak vocal point yang sangat menonjol yaitu salah satu bangunan piramida terdapat bentuk wajah firaun.

Gereja Goreme, Turki

Reruntuhan gereja di Goreme, Turki. Orang2 kristen yang dianiaya di Grome, memotong bukit batu dan menyulapnya menjadi sebuah bangunan yang menakjubkan. gereja ini tidak terlihat modern, tapi jelas terlihat sangat kuno. Bagaimana orang-orang bisa membuat gereja yang diukir dalam batu-batu ini?
Lembah Kapadokia, tempat gereja ini berdiri, merupakan daerah populer di Cappadocia dimana orang2 memahat batu dalam seketika menjadi rumah, gereja, biara dan bangunan lainnya.

Ada sekitar 150 gereja dan beberapa biara-biara di lembah kapadokia, daerah antara desa Ihlara dan Selime. struktur babatuan di daerah tersebut merupakan batuan vulkanik lunak sehingga sangat memungkinkan utuk dijadikan ukiran (pahatan sebuah bangunan).

Bangunan gereja ini sungguh menyatu dengan alam disekitar, karena bangunan berdiri kokoh di atas tanah keras yang permukaannya tidak rata serta unsur-unsur bangunannya mengunakan bahan yang ada di sekitarnya. Prinsip desai bangunan ini adalah; keseimbangan yang simetri, skla normal, proporsi yang seimbang serta memiliki perpaduan sehingga membentuk suatu bangunan yang unik.

Gereja Hijau, Buenos Aires, Argentina

merupaka sebuah gereja di Buenos Aires, Argentina dikenal sebagai "uerto de Olivos" atau "Taman Zaitun". disebut Taman Zaitun karena terletak di daerah Getsemani, di Bukit Zaitun. Bangunan Gereja ini sangat menyatu dengan alam dimana seluruh dinding dan atap gereja di tumbuhi rumput hijau sehingga terlihat sejuk dan adem.


Senin, 04 Januari 2010

Arsitektur Alam

ARSITEKTUR ALAM

Arsitektur merupakan salah satu kebudayaan manusia, misalnya piramida, istana, mesjid dan lain-lain yang semuanya adalah karya seni manusia. Selain bangunan yang dibuat oleh manusia dialam juga ada arsitektur yang keindahan dan keunikannya jauh lebih bagus dibandingkan buatan manusia.

Arstektur alam dibagi menjadi dua, yaitu:

A. Arsitektur Alam karya Seni Manusia

B. Arsitektur Alam yang dihasilkan oleh satwa-satwa di alam sekitar [bukan hasil karya manusia]

Yang saya angkat dalam blog ini adalah Arsitektur Alam yang dihasilkan oleh satwa-satwa di alam [bukan hasil karya masnusia].
Selain bangunan yang dibuat oleh manusia dialam juga ada arsitektur yang keindahan dan keunikannya jauh lebih bagus dibandingkan buatan manusia. Misalnya satwa-satwa yang ada didunia ini masing-masing memiliki struktur tubuh yang berbeda dan prilaku satwa-satwa tersebut juga berbeda-beda yang memang dimilikinya sejak dilahirkan. Beberapa keunikan dan keterampilan yang dimiliki oleh satwa bermacam-macam, misalnya dalam hal membuat sarang sebagai tempat tinggal mereka. Sarang yang dibuat oleh satwa terkadang hanya dianggap oleh sebagian manusia sebagai sebuah tempat yang biasa dan tidak memiliki keistimewaan. Padahal kalau kita mempelajarai prilaku satwa-satwa tersebut mulai dari membuat sarang, mencari makanan ataupun pola hidup mereka ternyata semuanya sangat indah dan mengesankan.

Berikut akan dijelaskan beberapa arsitektur alam yang unik dan istimewa :

Lebah Madu

Gbr. Rumah Lebah Madu

Lebah merupakan satwa yang memiliki keistimewaan dapat menghasilkan madu. Madu banyak sekali manfaatnya, baik dikonsumsi, untuk kesuburan rambut ataupun untuk kecantikan. Madu yang dihasilkan oleh lebah disimpan di kantung madu yang berbentuk heksagonal yang tersusun secara teratur. Alasan lebah memilih heksagonal sebagai bentuk tabung madu ternyata bentuk heksagonal memiliki kapasitas tampung yang lebih besar untuk menyimpang madu bila dibandingkan bentuk-bentuk lain seperti segitiga, segiempat, lingkaran ataupun bentuk-bentuk lainnya. bentuk rumah lebah madu pun tidak beraturan namun bangunan rumah lebah madu mempunyai proporsi, skala serta mempunyai perpaduan yang berbeda-beda sehingga menghasilkan sesuatu yang baru dan unik, keseimbangan yang berubah-ubah. Dalam membuat sarang lebah mengerjakannya secara bergotong-royong dan kemampuan lebah dalam membuat sarang ternyata telah diberikan saat mereka baru dilahirkan.

Rayap


Gbr. Rumah Rayap

Rayap hidup berkoloni dan membuat sarang. Sarang rayap dapat mencapai kedalaman tiga sampai empat meter. Didalam sarang tersebut terdapat tempat untuk bercocok tanam, tempat menyimpan makanan dan tempat sirkulasi udara. Dalam membuat sarang rayap hanya menggunakan naluri dan ilham yang dimilikinya karena rayap adalah satwa yang tidak bisa melihat / buta.

Berang-berang


Gbr. Rumah Berang-Berang

Berang-berang hidup didalam danau. Karena kemampuan berenang berang-berang sangat baik sehingga berang-berang tidak merasa kesulitan dengan kehidupan didalam air. Berang-berang membuat sarang didalam danau. Sebelum membuat sarang terlebih dahulu mereka membuat bendungan untuk menahan laju arus air. Sarang dan juga bendungan yang dibuat berasal dari cabang-cabang dan batang pohon. Untuk mendapatkan kayu-kayu tersebut mereka bergotong-royong mencarinya dihutan. Dengan menggunakan gigi depan yang cukup tajam, berang-berang ini memotong pohon dan membawanya kedanau. Batang-batang pohon dan cabang-cabang pohon diangkut kepermukaan danau untuk dibuat sebuah bendungan. Setelah kurang lebih satu bulan akhirnya terbentuklah sebuah danau yang cukup besar sebagai tempat tinggal mereka. Bentuk bendungan yang dibuat berbentuk cekung. Ternyata disinilah letak kecerdikan satwa ini, karena bendungan yang bentuk cekung dapat menahan tekanan air dengan sangat kuat. Setelah terbentuk bendungan maka berang-berang mulai membuat sarang. Diatas permukaan danau terlihat seperti tumpukan kayu yang sebenarnya adalah sarang berang-berang tersebut. Untuk bisa masuk kedalam sarang mereka harus melewati dasar sarang yang merupakan pintu masuk. Sarang tersebut cukup kokoh karena pondasinya kuat. Didalam sarang tersebut mereka membuat dua ruangan yaitu ruang makan dan ruang tidur. Berang-berang membuat danau dengan kedalaman empat meter, hal ini bertujuan pada saat musim dingin danau akan membeku, sehingga dengan kedalaman empat meter berang-berang tetap bisa masuk kesarang mereka karena danau membeku hanya di permukaan saja.

Burung Penganyam


Gbr. Rumah Burung

Sarang burung penganyam terbuat dari rumput-rumput kering. Burung penganyam membuat simpul pada sebuat cabang pohon dengan berbentuk lingkaran. Untuk membuat anyaman ini burung penganyam membuat tekhnik anyaman yang dimulai dari bawah keatas. Saat pembuatan simpul yang pertama harus benar, karena jika dari awal salah maka anyaman berikutnya akan salah. Sebuah pekerjaan yang tidak mudah.

Laba-laba


Gbr. Rumah Laba-laba

Laba-laba membuat sarang mereka berbentuk jaring-jaring. Jaring-jaring ini bersifat lentur namun sangat kuat. Jaring-jaring yang dikeluarkan laba-laba berasal dari bagian belakang tubuhnya. Bila ada satwa lain yang berukuran kecil terperangkap maka mustahil bisa lepas dan dengan mudah laba-laba.

Semut


Gbr. Rumah Semut
Semut adalah binatang sejenis serangga yang kecil dan hidup berkelompok. Komplek sarang semut dibangun oleh banyak anggota koloni. Sarang semut dibangun di bawah tanah atau di atas pohon. Sarang semut ini dapat ditemukan di dalam tanah, di bawah batu atau kayu dan di dalam batu berongga. Bahan yang digunakan untuk pembangunan adalah tanah dan tanaman.Sarang semut selalu dijaga ketat, jadi jangan sampai mengganggunya.

Katak Pohon


Gbr. Rumah Katak Pohon
Seperti namanya, katak ini biasanya ditemukan di sangat tinggi atau pohon dan tumbuh-tumbuhan yang tinggi. Mereka biasanya tidak turun ke tanah, ketika bertelur mereka membangun busa pada daun dan selama hidup mereka hingga dewasa jarang sekali meninggalkan pohon.

Penguin


Gbr. Rumah Penguin

penguin (ordo Sphenisciformes, famili Spheniscidae) adalah hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang dan secara umum hidup di belahan Bumi selatan. Tempat tinggal penguin membentuk gua dan terbuat dari es serta bentuk rumah yang menyesuaikan dengan alam.

Tawon Kertas

Gbr. Rumah Tawon Kertas


Tawon adalah serangga terbang yang mudah dikenali karena dikenal suka menyengat bila diganggu dan warnanya yang mencolok pada beberapa spesies. Tawon termasuk dalam ordo Hymenoptera yang juga beranggotakan semut dan lebah. Tawon terkadang dikelirukan sebagai lebah oleh orang awam.

Sarang yang dibuat tawon beraneka ragam dan bergantung pada jenis serta cara hidupnya. Tawon soliter membuat sarang untuk menaruh persediaan makanan sekaligus sebagai tempat bertumbuh anaknya. Tawon umumnya memanfaatkan material yang terdapat di alam untuk membuat sarang karena tubuhnya tidak memiliki kelenjar penghasil bahan pembuat sarang semisal seperti kelenjar lilin yang terdapat pada lebah madu. Tawon kura-kura yang memburu laba-laba misalnya, membuat sarang sederhana berupa suatu liang di dalam tanah untuk menaruh korbannya.[13] Tawon soliter jenis lain seperti tawon pot membuat sarang yang terbuat dari lumpur dan menempel di permukaan benda lain seperti tembok atau pohon. Lumpur pembuat sarangnya dibuat dengan cara memadatkan gumpalan tanah atau pasir dengan air liurnya.[14] Tawon soliter lainnya yang hidup sebagai tawon parasit umumnya tidak membuat sarang karena ia menaruh telurnya langsung pada tubuh inangnya. Tawon sosial membentuk sarang yang lebih rumit karena sarangnya terdiri dari beberapa bilik yang jumlahnya bisa mencapai ratusan. Bilik ini digunakan sebagai tempat tumbuh tawon dari telur hingga kepompong. Sarang dari tawon sosial umumnya terbuat dari bahan mirip bubur kertas (pulp). Bahan pembuat sarangnya dibuat dengan cara mengambil potongan serat kayu dengan rahangnya, lalu mengunyahnya dan mencampurnya dengan air liur sampai mengental. Tawon lalu membentuk struktur mirip bubur kertas itu sesuai kebutuhan untuk membentuk sarangnya. Sarang dari tawon sosial bisa tumbuh hingga bergaris tengah 1 meter dan berumur 25 tahun.

Mengenai Saya

Foto saya
Seorang Mahasiswi yang berusaha untuk menjadi yang terbaik dan bisa membanggakan orang tua serta membahagiakan keluarga.