Senin, 08 November 2010

PENGARUH ARSITEK TERHADAP LINGKUNGAN

Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan , yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan, tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkunan. (wikipedia)



Sebagai seorang arsitek kita harus jeli dan teliti dalam membangun proyek jangan sampai proyek yang kita bangun berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya. Kita harus memperhatikan keadaan lingkungan sekitar dan menganalisa site terlebih dahulu agar bangunan yang akan dibangun tidak salah penempatan, sehingga tidak merusak tata ruang kota. Karena arsitek tidak hanya merancang bangunan tapi juga merencanakan tata ruang kota.

Tidak sedikit arsitek yang melakukan kesalahan dalam pembangunan, ada beberapa contoh kasus yang membuat arsitek dinilai tidak becus dalam menjalankan tugasnya oleh sebagaian masyarakat yaitu :

1. Jebolnya tanggul Situ Gintung



2. Amblesnya jalan RE Martadinata sejauh 7 meter.



Mau tidak mau dalam hal ini tetap saja aristektur yang disalahkan. maka dari itu, sebagai seorang arsitek kita harus teliti dan hati-hati dalam mengerjakan sebuah proyek. Sehingga proyek yang kita kerjakan tidak berdampak buruk di kemudian hari.

Pada kesimpulannya Arsitek sangat berperan penting dalam pembangunan dan memiliki tanggung jawab serta resiko yang besar.


Senin, 25 Oktober 2010

PENGARUH BANGUNAN TERHADAP LINGKUNGAN

Berubahnya temperatur udara kota seringkali dipandang sebagai fenomena pemanasan global seperti polusi gas rumah kaca di kota. Aspek fisik bangunan seperti bentuk dan orientasi bangunan, tidak pernah diperhitungkan sebagai penyebab naiknya temperatur udara kota. Orientasi bangunan sebagai salah satu aspek bentuk bangunan dianggap berpengaruh hanya pada kenyamanan termal ruang dalam bangunan saja.

Selain itu orientasi bangunan lebih diatur oleh struktur jalan dan kondisi topografi atau faktor lain seperti ekonomi yang dianggap lebih menentukan. Penelitian ini membahas pengaruh orientasi bangunan terhadap temperatur udara kawasan di kota Bandung. Untuk itu dilakukan pengukuran orientasi bangunan dan temperatur udara pada 10 kawasan yang terdiri dari 30 zona ukur berdiameter 300m yang tersebar di Bandung. Pengukuran orientasi dilakukan dengan cara mengukur luas dinding Timur dan Barat serta Utara dan Selatan. Lebih lanjut pengukuran temperatur udara dilakukan pada seluruh kawasan secara intensif dari pukul 07.00 hingga 17.00 dengan interval pengukuran satu jam dengan mengunakan termometer bola basah dan kering.

Analisis bivariate menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara orientasi bangunan pada temperatur udara kawasan. Kawasan yang memiliki bangunan yang cenderung berorientasi Timur – Barat cenderung memiliki temperatur udara lebih tinggi. Bila dua buah kawasan yang sama kecuali dari aspek orientasinya, di mana perbedaan ratio luas dinding T-B / luas dinding U-S berbeda satu, maka kawasan yang memiliki ratio lebih besar akan memiliki temperatur udara lebih tinggi 0,53 °C. Hal ini disebabkan dinding Timur dan Barat banyak menerima radiasi matahari sehingga menjadi panas dan meradiasikan kembali kalor tersebut ke udara.

Dan pada kesimpulannya, Orientasi bangunan berpengaruh pada temperatur udara kawasan sehingga aspek tersebut harus diperhatikan dalam proses penataan kawasan. Namun pengendalian temperatur udara kawasan tidak hanya dipengaruhi oleh orientasi bangunan saja, tetapi juga oleh bahan penyusun dinding yang berperan sebagai penerima dan penyimpan kalor. Penataan penggunaan bahan bangunan dapat membantu mengoptimalkan penataan orientasi yang kurang baik. Secara rinci pengaruh orientasi bangunan dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Sedapat mungkin sisi panjang bangunan menghadap Utara-Selatan dan sisi
pendeknya menghadap Timur-Barat.
a. Semakin pendek sisi bangunan yang menghadap Timur-Barat, maka
semakin rendah temperatur udara kawasan tersebut.
b. Semakin pendek sisi bangunan yang menghadap Timur-Barat, maka
kecepatan naik temperatur udara pagi hari lebih rendah

2. Pengaruh orientasi bangunan terhadap temperatur udara kawasan dapat
dikurangi bila digunakan bahan bangunan yang berkapasitas kalor rendah
terutama pada sisi Timur –Barat bangunan.

SUMBER Google

Selasa, 01 Juni 2010

BUKAAN RUANG

Ruang adalah sebuah ruang yang diperluas dalam arah yang berbeda dari arah asalnya akan menjadi sebuah ruang. ruang adalah daerah 3 dimensi dimana berbagai aktivitas tejadi didalamnya. Sebagai ruang tiga dimensi, dalam pembendaharaan perancangan arsitektur suatu ruang dapat :

1. Ruang kosong atau void, yaitu ruang yang dibatasi oleh ruang-ruang.
Contoh Gambar :



2. Ruang solid, yaitu ruang yang ditempati massa.
Contoh Gambar :




SUMBER : Internet

RUANG

Pengertian Ruang

Secara garis besar pemahaman ruang dalam sejarah arsitektur terbagi atas tiga hal :

1. Pemahaman ruang arsitektur dalam perspektif subjektivis, Dalam hal ini manusia mengetahui keberadaan ruang yang disebabkan oleh idea. Salah satu tokohnya itu arsitek rudolph M. Schnidler berpendapat bahwa ruang dapat diartikan sebagai jiwa.Ide ruang sepenuhnya bersumber pada kekuatan intelektual dan kekuatan kreatif
Misalnya : Pelukis menuangkan idenya pada sebuah kanvas, sastrawan pada kertas2, pemahat pada kayu2nya, nah arsitek menyalurkan kreativitasnya pada ruang. ruang dipandang sebagai bahan baku layaknya kanvas, kertas ataupun kayu.

2. Pemahaman ruang arsitektur dalam perspektif objektivis, dalam pemahaman ini menekankan pada pengetahuan inderawi. Memiliki ciri2 fisik seperti harus terukur menempati posisi, mempunyai bentuk, struktur, eksistensi dalam waktu, ruang dan massa, kelembaban, gerak serta ciri2 lain seperti warna, tektur, solid, dan sebagainya. Contonya Le Corbusier mendefinisikan arsitektur sebagai permainan massa yang tersingkap cahaya, ia memakai pertimbangan2: menekankan kecondongan bentuk yang paling murni yaitu kubus, permukaan (surface), penggunaan dnah sebagai generator bentuk.

3. Ruang dalam perspektif fenomenologi, dalam pemahaman ini menekankan pada phenomena2 yg terjadi pada manusia. Salah satu tokohnya C Norberg-schulz, dalam bukunya existence,space and architecture
menggolongkan ruang kedalam beberapa golongan, salah satunya ruang eksistensial. Disini dikembangkan ide bahwa ruang dapat dimengerti sebagai perwujudan manusia tentang 'keberadaanya di dunia.

Contoh Gambar :





Selasa, 20 April 2010

ORGANISASI RUANG

Setiap jenis ORGANISASI RUANG didahului oleh bagian yang membicarakan karakter bentuk, hubungan-hubungan ruang dan tanggapan lingkungan dari kategori tersebut. Berikut ini adalah contoh beberapa jenis organisasi ruang :

1. Organisasi Terpusat
Sebuah ruang dominan terpusat dengan pengelompokan sejumlah ruang sekunder.




2. Organisasi Linier
Suatu urutan dalam suatu garis dari ruang yang berulang.




3. Organisasi Radial
Sebuah ruang pusat yang menjadi acuan organisasi-organisasi ruang linier berkembang menurut arah jari-jari.







4. Organisasi Cluster
Kelompok ruang berdasarkan kedekatan hubungan atau bersama-sama memanfaatkan satu ciri atau hubungan visual.



5. Organisasi Grid
Organisasi ruang-ruang dalam daerah struktural grid atau sruktur tiga dimensi lain.



SUMBER : Internet & Buku 'ARSITEKTUR Bentuk, Ruang & Tatanan' FRANCIS D.K. CHING




PERUBAHAN BENTUK & PENGGABUNGAN ANTAR BENTUK

BENTUK merupakan sebuah istilah inklusif yang memiliki beberapa pengertian. Bentuk dapat di hubungkan pada penampilan luar yang dapat dikenali seperti sebuah kursi atau tubuh seseorang yang mendudukinya. Oleh karena itu, semua bentuk dapat dipahami sebagai hasil dari suatu perubahan atau variasi-variasi yang timbul akibat manipulasi dimensinya atau akibat dari penambahan serta pengurangan dari elemen-elemennya.

1. Peurubahan Dimensi
Dimensi fisik suatu bentuk panjang, lebar & tebal. Dimensi-dimensi ini menentukan proporsi dari bentuk, sedangkan skalanya ditentukan oleh ukuran relatifnya terhadap bentuk-bentuk lain dalam konteksnya.Suatu bentuk dapat diubah dengan menggantikan salah satu atau beberapa dimensi-dimensinya dan tetap mempertahankan identitasnya sebagai anggota bagian dari suatu bentuk. Contohnya, seperti gambar dibawah ini :




2. Perubahan Dengan Pengurangan

Suatu bentuk dapat diubah dengan mengurangi sebagian dari volumenya. tergantung dari bangyaknya pengurangan, suatu bentuk mampu mempertahankan identitas asalnya atau diubah menjadi menjadi suatu bentuk yang lain. sebagai contoh sebuah kubus dapat mempertahankan identitasnya sebagai kubus walaupun sebagian dari kubus tersebut dihilangkan atau diubah menjadi serangkaian bentuk polyhedron teratur yang menggambarkan suatu bola. Sebagai contoh liat gambar dibawah ini :




2. Perubahan Dengan Penambahan

Suatu bentuk dapat diubah dengan menambahkan unsur-unsur tertentu pada volume bendanya. Sifat proses penambahan serta jumlah dan ukuran relatif, unsur yang ditambahkan akan menentukan apakah identitas bentuk asal dapat di pertahankan atau berubah. Contoh gambar sebagai berikut :



SUMBER : Internet & Buku 'ARSITEKTUR Bentuk, Ruang & Tatanan' FRANCIS D.K. CHING

Mengenai Saya

Foto saya
Seorang Mahasiswi yang berusaha untuk menjadi yang terbaik dan bisa membanggakan orang tua serta membahagiakan keluarga.